⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Proyek Perumahan di Tanjungsukur Dinilai Abaikan Keselamatan, pengguna jalan Desak Tindakan Tegas. 
Jumat, 20-02-2026 - 06:56:14 WIB
TERKAIT:
   
 

 


Banjar - Aktivitas pengurugan lahan proyek perumahan di wilayah Tanjungsukur, Kota Banjar, menuai kritik keras dari warga dan pengguna jalan, Pembangunan yang tengah berlangsung dinilai tidak diimbangi dengan langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan kesehatan masyarakat sekitar.


Jalan utama yang menjadi akses kendaraan proyek kini berubah fungsi menjadi lintasan lumpur. Setiap kali hujan turun, material tanah dari area proyek terbawa keluar oleh truk bertonase besar dan tercecer di badan jalan. Permukaan aspal menjadi licin dan membahayakan pengendara, khususnya sepeda motor.


Pada jam sibuk, kondisi tersebut semakin rawan. Pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan dan bermanuver menghindari genangan lumpur. Warga menilai situasi ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan bentuk kelalaian dalam pengelolaan proyek.


“Debu dan lumpur ini bukan hanya mengganggu, tapi bisa berdampak pada kesehatan warga. Anak-anak dan pengendara setiap hari terpapar,” ungkap Supriatana seorang pengguna jalan, Kamis (19/2/2026). 


Tak hanya berisiko kecelakaan, dampak lingkungan juga terasa ketika cuaca cerah. Lumpur yang mengering berubah menjadi debu halus dan beterbangan, mencemari udara di sekitar lokasi. Warga menyebut kondisi ini menunjukkan minimnya komitmen pengembang dalam menjaga kebersihan dan standar keselamatan kerja.


Sejumlah warga mempertanyakan pengawasan dari instansi terkait. Mereka menilai proyek berskala besar semestinya dilengkapi sistem pengendalian dampak, seperti fasilitas pencucian roda kendaraan saat kendaran akan keluar dari lokasi proyek, pembersihan walau di lakukan akan tetapi sisa material yang menempel di ban kendaraan proyek masih berceceran, yang menimbulkan damapak bagi pengguna jalan. 


“Kalau dibiarkan terus, ini bisa memicu kecelakaan serius. Jangan tunggu ada korban baru bertindak,” tegas warga yang tak mau di sebut namanya. 


Masyarakat mendesak pemerintah daerah untuk turun tangan melakukan evaluasi dan penertiban. Pembangunan, menurut warga, tidak boleh berjalan dengan mengorbankan keselamatan publik.


Hingga kini, aktivitas pengurugan masih berlangsung tanpa perubahan signifikan di lapangan. Warga berharap ada tindakan nyata agar pembangunan di Tanjungsukur tidak meninggalkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar.


 




 
Berita Lainnya :
  • Proyek Perumahan di Tanjungsukur Dinilai Abaikan Keselamatan, pengguna jalan Desak Tindakan Tegas. 
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved